CCTV tidak merekam biasanya baru ketahuan ketika rekaman dibutuhkan, misalnya saat ada kehilangan atau insiden di toko. Penyebab paling umum ada empat: hard disk bermasalah, jadwal rekam tidak aktif, penyimpanan penuh tanpa overwrite, dan listrik padam. Kabar baiknya, semua bisa dicek sendiri dalam 10–15 menit. Ikuti urutan di bawah, untuk DVR/NVR maupun kamera WiFi.
Langkah pertama: pastikan memang tidak merekam
Buka menu Playback di perekam atau aplikasi, lalu pilih tanggal hari ini. Di timeline biasanya ada bar berwarna di jam yang memiliki rekaman. Perhatikan polanya:
- Timeline kosong total: hampir pasti masalah HDD atau jadwal rekam.
- Ada bolong di jam tertentu: kemungkinan listrik padam, perekam restart, atau mode rekam berbasis gerakan.
- Rekaman hanya beberapa hari terakhir: HDD penuh lalu menimpa rekaman lama. Ini normal, bukan rusak.
- Hanya satu channel kosong: cek kamera tersebut, jadwalnya, atau koneksinya.
Cara membuka playback di berbagai perangkat dibahas di cara melihat rekaman CCTV.
Penyebab CCTV tidak merekam pada DVR/NVR
1. Hard disk belum diinisialisasi atau tidak terbaca
HDD baru, atau HDD yang dipindah dari perangkat lain, harus diformat dulu dari menu perekam. Buka menu Storage atau HDD, lalu lihat status disk. Penamaan statusnya berbeda di tiap merek. Status seperti Uninitialized, Abnormal, atau "tidak ada HDD" berarti perekam tidak bisa menyimpan rekaman.
- Uninitialized: pilih disk lalu lakukan Init/Format. Semua data di disk akan terhapus.
- Tidak terdeteksi: matikan perekam, lalu cek kabel SATA dan kabel power HDD di dalam casing. Konektor yang longgar sering menjadi penyebabnya.
- Abnormal/error: kemungkinan HDD mulai rusak. Kalau perekam juga sering restart sendiri, HDD perlu diganti.
2. HDD rusak atau bad sector
HDD bekerja 24 jam nonstop, jadi wajar kalau suatu saat aus. Tanda-tandanya: perekam lambat saat dibuka, rekaman terputus-putus, bunyi klik, atau status disk berubah-ubah. Untuk penggantian, gunakan HDD khusus surveillance, bukan HDD komputer biasa. Alasannya kami jelaskan di beda HDD CCTV vs hardisk komputer. Contoh yang tersedia: Skyhawk 1 TB (Rp910.000) dan Skyhawk 2 TB (Rp1.025.000). Pilihan lain ada di kategori HDD CCTV.
3. Jadwal rekam tidak aktif atau hanya merekam saat ada gerakan
Buka menu Record atau Schedule untuk tiap channel. Pastikan jadwal aktif 24 jam dengan tipe Continuous kalau Anda ingin rekaman penuh. Jika tipe yang dipilih Motion atau Event, perekam hanya menyimpan potongan saat ada gerakan, sehingga timeline terlihat bolong-bolong. Itu bukan kerusakan. Mode gerakan memang menghemat HDD, tetapi untuk area kasir atau pintu masuk kami sarankan mode continuous.
4. HDD penuh dan overwrite dimatikan
Kalau fitur overwrite tidak aktif, perekam berhenti merekam begitu HDD penuh. Aktifkan overwrite di menu storage agar rekaman lama otomatis ditimpa. Untuk menghitung berapa hari rekaman yang bisa disimpan HDD Anda, baca kapasitas HDD CCTV: berapa hari rekaman?
5. Jam dan tanggal perekam salah
Rekaman sebenarnya ada, tetapi tersimpan di tanggal yang salah. Hal ini sering terjadi setelah perekam lama tidak menyala atau setelah reset. Cek jam sistem, aktifkan sinkronisasi waktu (NTP) jika perekam terhubung internet, lalu cari rekaman di tanggal sekitar kejadian.
6. Kamera sering putus (video loss)
Kalau kamera sendiri putus-sambung karena adaptor atau kabel, rekaman di channel itu otomatis ikut bolong. Ikuti panduan penyebab CCTV mati atau video loss.
CCTV tidak merekam setelah mati lampu
Saat listrik padam, kamera dan perekam tanpa cadangan daya ikut mati, jadi memang tidak ada rekaman selama pemadaman. Masalah yang lebih serius muncul kalau pemadaman sering terjadi:
- Perekam mati mendadak saat sedang menulis ke HDD, sehingga lama-lama HDD bisa error.
- Jam sistem bisa kembali ke pengaturan awal pada sebagian perangkat.
- Kamera WiFi atau perekam gagal tersambung ke router setelah listrik kembali.
Solusinya adalah memasang UPS untuk perekam, power supply kamera, dan router. Dengan UPS, rekaman tetap berjalan selama pemadaman singkat dan perangkat terlindung dari mati mendadak. Cara menghitung UPS yang cocok kami bahas di artikel UPS untuk CCTV.
Kamera WiFi (microSD) tidak merekam
Kartu belum diformat atau tidak terbaca
Setelah memasang microSD, buka menu penyimpanan di aplikasi (Ezviz, Imou Life, Uniarch, dan sebagainya), lalu pilih Format atau Initialize. Status kartu harus terbaca normal sebelum kamera bisa merekam.
Kapasitas melebihi dukungan kamera
Setiap model punya batas kapasitas microSD. Contohnya, Ezviz H8c 2K⁺ dan Imou Cruiser SC mendukung hingga 512 GB menurut spesifikasi resmi. Model lain bisa lebih kecil, jadi cek spesifikasi kamera Anda. Pilihan kartu ada di SD card.
Kartu palsu atau sudah aus
Kartu murah tanpa merek jelas, atau kartu yang sudah lama dipakai merekam nonstop, sering error. Gejalanya: rekaman korup, kartu tiba-tiba "tidak ada", atau kamera minta format berulang kali. Ganti dengan kartu yang dirancang untuk perekaman terus-menerus.
Mode rekam hanya event
Sebagian aplikasi menyediakan pilihan rekam terus-menerus atau hanya saat ada event. Pilih sesuai kebutuhan. Mode event memang membuat timeline terlihat kosong di jam yang sepi.
Contoh kasus yang sering kami temui
Toko: rekaman kosong di jam malam
Pemilik toko melapor rekaman hilang setiap malam. Ternyata jadwal rekam diatur Motion, dan pada malam hari area toko sepi sehingga hampir tidak ada potongan rekaman. Solusinya, jadwal diubah menjadi continuous untuk kamera pintu dan kasir, sementara kamera gudang tetap berbasis gerakan agar HDD tidak cepat penuh.
Rumah: rekaman berhenti setelah beberapa minggu
Perekam baru dipasang, rekaman normal, lalu tiba-tiba berhenti total setelah HDD penuh. Penyebabnya, fitur overwrite tidak aktif. Setelah overwrite dinyalakan, perekam otomatis menimpa rekaman paling lama dan merekam lagi.
Ruko: HDD error setelah sering mati lampu
Di lokasi yang sering padam listrik, perekam beberapa kali mati mendadak. Lama-lama HDD menunjukkan status error dan perekam sering restart. Setelah HDD diganti dan perekam dipasang ke UPS, masalahnya tidak terulang.
Setelah diperbaiki, pastikan rekaman benar-benar berjalan
- Tunggu 10–15 menit setelah perbaikan, lalu buka playback untuk jam tersebut.
- Pastikan setiap channel menampilkan bar rekaman di timeline.
- Cek kembali status HDD. Statusnya harus normal dan kapasitas terpakai terus bertambah.
- Lakukan uji singkat: berjalan di depan kamera, lalu cari rekamannya di playback.
Kalau perekam sudah sangat lama, sering hang meski HDD baru, atau tidak lagi mendapat pembaruan firmware, biasanya lebih hemat mengganti perekam daripada terus memperbaikinya. Pilihan perekam ada di kategori NVR dan DVR di toko kami.
Checklist rutin agar rekaman tidak hilang
- Seminggu sekali, buka playback dan cek satu hari penuh secara acak.
- Sebulan sekali, cek status HDD di menu perekam.
- Aktifkan notifikasi HDD error dan video loss jika perekam mendukungnya.
- Segera backup rekaman penting ke flashdisk atau HP. Jangan menunggu tertimpa. Caranya ada di cara backup rekaman CCTV.
- Pasang UPS bila listrik di lokasi sering padam.
Perlu cek HDD atau servis perekam? Hubungi JakartaCCTV
Kalau HDD tidak terbaca atau perekam terus restart, tim kami bisa membantu pengecekan, penggantian HDD, dan setting ulang jadwal rekam untuk area Jakarta dan Tangerang. Hubungi 021-40001929 atau WhatsApp 0812-9797-3799. Anda juga bisa membawa perekam ke showroom kami di Ruko Mendrisio Blok C3 No. 17, Gading Serpong. Sebelum datang, sertakan foto layar menu HDD agar kami bisa memberi gambaran awal.


![Harddisk Surveillance Skyhawk 1.0 TB [Tersertifikasi MFI]](/_next/image?url=%2Fproducts%2Fmigrated%2F264%2F0-eef8b2b33f-0006982_harddisk-surveillance-skyhawk-10-tb-tersertifikasi-mfi_550.webp&w=1920&q=75)
![Harddisk Surveillance Skyhawk 2.0 TB [Tersertifikasi MFI]](/_next/image?url=%2Fproducts%2Fmigrated%2F263%2F0-8ad1902c5b-0006984_harddisk-surveillance-skyhawk-20-tb-tersertifikasi-mfi_550.webp&w=1920&q=75)