DVR dan NVR merekam secara berulang (overwrite): ketika hard disk penuh, rekaman paling lama otomatis ditimpa. Artinya rekaman kejadian penting, misalnya pencurian, kecelakaan, atau komplain pelanggan, bisa hilang dalam hitungan hari jika tidak segera di-backup. Berikut cara-cara menyimpannya.
Sebelum backup: kunci rekaman penting
Banyak perekam Hikvision dan Dahua punya fitur Lock atau Protect pada file rekaman, agar tidak ikut tertimpa. Gunakan fitur ini segera setelah menemukan kejadian penting, lalu lakukan backup.
Belum tahu cara mencari rekamannya? Lihat dulu cara melihat rekaman CCTV.
Cara 1: Export ke flashdisk langsung dari perekam
Ini cara paling umum dan tidak butuh internet.
- Colokkan flashdisk (format FAT32 atau exFAT, sesuai dukungan perekam) ke port USB DVR/NVR.
- Masuk menu Playback atau Backup/Export.
- Pilih kamera (channel), tanggal, dan rentang jam kejadian.
- Pilih klip, lalu klik Export atau Backup dan tentukan flashdisk sebagai tujuan.
- Tunggu hingga proses selesai, lalu cabut flashdisk dengan aman.
Format file: perekam biasanya menyimpan file .mp4 atau format bawaan (misalnya .dav di Dahua). Jika ada pilihan, pilih MP4 agar langsung bisa diputar di laptop atau HP. Jika tidak, gunakan pemutar resmi dari produsen.
Cara 2: Download lewat aplikasi HP
Jika perekam sudah terhubung online (lihat cara setting CCTV online di HP):
- Hik-Connect (Hikvision): buka playback kamera, cari waktu kejadian, lalu gunakan tombol rekam/klip atau unduh (tergantung versi aplikasi) untuk menyimpan potongan video ke galeri HP.
- DMSS (Dahua): buka playback, pilih waktu, lalu gunakan ikon rekam atau download untuk menyimpan klip ke HP.
Cara ini praktis untuk klip pendek. Kualitasnya bisa mengikuti stream yang sedang diputar, jadi pilih mode HD sebelum merekam ulang atau mengunduh.
Cara 3: Lewat PC atau laptop di jaringan yang sama
- Pastikan laptop terhubung ke jaringan yang sama dengan perekam.
- Akses alamat IP perekam lewat browser atau gunakan software PC resmi (misalnya iVMS-4200/HikCentral untuk Hikvision, SmartPSS untuk Dahua).
- Masuk ke playback, pilih kamera dan waktu, lalu download klip ke laptop.
Cara ini cocok untuk rekaman panjang atau banyak kamera sekaligus.
Cara 4: Backup otomatis
- Kartu microSD di kamera IP: sebagian kamera IP dan kamera WiFi bisa merekam ke microSD sebagai cadangan jika NVR mati. Pilihan kartu ada di SD card.
- Cloud: layanan cloud dari Ezviz atau Imou menyimpan klip kejadian di server, berguna jika perangkat dicuri.
- Perekam kedua atau NAS untuk kebutuhan kantor dan gudang.
Tips agar rekaman sah sebagai bukti
- Pastikan jam dan tanggal perekam akurat (aktifkan NTP).
- Simpan file asli tanpa diedit. Jika perlu memotong, simpan juga file utuhnya.
- Buat dua salinan: satu di flashdisk, satu di laptop atau cloud pribadi.
- Catat siapa yang mengambil rekaman dan kapan, terutama untuk keperluan laporan polisi atau asuransi.
Agar rekaman tersimpan lebih lama
Jika rekaman sering sudah tertimpa sebelum sempat dicek, kapasitas hard disk perlu ditambah atau pengaturan rekaman diubah (misalnya rekam berbasis gerakan di malam hari). Pilihan HDD surveillance: SkyHawk 2 TB (Rp1.025.000) dan SkyHawk 4 TB (Rp2.125.000). Lihat juga beda HDD CCTV dan hardisk komputer.

![Harddisk Surveillance Skyhawk 2.0 TB [Tersertifikasi MFI]](/_next/image?url=%2Fproducts%2Fmigrated%2F263%2F0-8ad1902c5b-0006984_harddisk-surveillance-skyhawk-20-tb-tersertifikasi-mfi_550.webp&w=1920&q=75)
![Harddisk Surveillance Skyhawk 4.0 TB [Tersertifikasi MFI]](/_next/image?url=%2Fproducts%2Fmigrated%2F795%2F0-1cae51c4c0-0006985_harddisk-surveillance-skyhawk-40-tb-tersertifikasi-mfi_550.webp&w=1920&q=75)