UPS untuk CCTV: Bertahan Berapa Jam dan Cara Menghitung Kapasitasnya

Oleh Tim JakartaCCTV · Diperbarui 18 Oktober 2026

UPS untuk CCTV: Bertahan Berapa Jam dan Cara Menghitung Kapasitasnya

UPS untuk CCTV biasanya bertahan antara satu sampai beberapa jam, tergantung kapasitas baterai dan total watt perangkat yang dicolokkan. Kabar baiknya, sistem CCTV rumahan bebannya kecil, sering hanya puluhan watt. Dengan begitu, UPS kecil pun bisa memberi waktu backup yang cukup lama. Di artikel ini kami tunjukkan rumusnya dan contoh hitungan dengan angka dari datasheet resmi, supaya Anda bisa menghitung sendiri kebutuhan UPS di rumah atau toko.

Kenapa CCTV perlu UPS?

  • Rekaman tidak putus saat mati lampu. Momen gelap justru sering dimanfaatkan pelaku kejahatan.
  • Melindungi hard disk. Perekam yang mati mendadak saat sedang menulis data lama-lama bisa membuat HDD error.
  • CCTV tetap online di HP, selama modem dan router juga dicolokkan ke UPS.
  • Tidak perlu restart manual. Masalah kamera WiFi yang tidak tersambung lagi setelah listrik kembali jauh berkurang.

Kenali tiga angka penting: VA, Watt, dan Ah

  • VA (volt-ampere) adalah daya semu, angka besar yang biasanya tertulis di nama UPS, misalnya 600VA.
  • Watt (W) adalah daya nyata maksimum yang sanggup dipikul UPS. Contohnya, Hikvision DS-UPS600 bertuliskan 600VA/360W, artinya beban maksimalnya 360 W. Total watt perangkat Anda tidak boleh melebihi angka ini.
  • Ah (ampere-hour) adalah kapasitas baterai di dalam UPS, misalnya 12V 7Ah. Angka inilah yang menentukan berapa lama UPS bertahan.

Jadi, VA dan watt menentukan berapa banyak perangkat yang boleh dicolokkan, sedangkan Ah menentukan berapa lama perangkat itu bisa menyala.

Rumus menghitung lama backup UPS

Lama backup (jam) ≈ (Tegangan baterai × Ah × Efisiensi) ÷ Total beban (watt)

  • Tegangan × Ah menghasilkan energi baterai dalam Wh (watt-hour). Contoh: 12 V × 7 Ah = 84 Wh.
  • Efisiensi memperhitungkan kerugian inverter UPS dan fakta bahwa baterai tidak bisa dikuras habis. Dalam contoh ini kami memakai asumsi 80% (0,8). Kondisi nyata bisa lebih rendah, terutama untuk baterai yang sudah berumur.
  • Total beban adalah jumlah watt semua perangkat yang dicolokkan ke UPS.

Contoh hitungan: paket CCTV IP 4 kamera

Sebagai contoh, kami memakai isi paket CCTV Uniarch 4 channel: 3 kamera dome, 1 kamera bullet, NVR, PoE switch, dan HDD. Angka daya di bawah adalah konsumsi maksimum menurut datasheet resmi produsen. Dalam pemakaian harian, konsumsinya biasanya lebih rendah, kecuali saat lampu IR menyala di malam hari.

PerangkatDaya (datasheet)JumlahSubtotal
Kamera dome Uniarch IPC-D122-PF28maks 3,5 W310,5 W
Kamera bullet Uniarch IPC-B222 (2MP)maks 6,0 W16,0 W
NVR Uniarch seri NVR-108B≤ 3,2 W (tanpa HDD)13,2 W
Hard disk surveillance (referensi: Seagate SkyHawk 1TB)rata-rata operasi 3,7 W13,7 W
Total perangkat23,4 W
Cadangan 20% untuk kerugian PoE switch dan adaptor (asumsi)+4,7 W
Total beban dibulatkan≈ 28 W

Kamera IP pada paket ini mendapat daya dari PoE switch, jadi dayanya sudah "lewat" switch. Datasheet switch tidak mencantumkan konsumsi switch itu sendiri, sehingga kami menambahkan cadangan 20% sebagai asumsi.

Hitungan dengan UPS 600VA (baterai 12V 7Ah)

Hikvision DS-UPS600 (Rp679.000) memiliki spesifikasi 600VA/360W dengan baterai 12V/7Ah.

  • Cek beban: 28 W jauh di bawah 360 W. Aman.
  • Energi baterai: 12 × 7 = 84 Wh. Setelah efisiensi 0,8 menjadi 67,2 Wh.
  • Lama backup: 67,2 ÷ 28 ≈ 2,4 jam (perkiraan di atas kertas).

Kalau router juga dicolokkan ke UPS

Supaya CCTV tetap bisa dipantau dari HP saat mati lampu, router dan modem juga perlu menyala. Daya router berbeda-beda. Cara termudah adalah membaca label adaptornya: tegangan × arus = watt maksimum. Misalnya, adaptor 12V 1A berarti maksimal 12 W.

  • Beban baru: 28 + 12 = 40 W.
  • Dengan DS-UPS600: 67,2 ÷ 40 ≈ 1,7 jam.
  • Dengan Hikvision DS-UPS1000 (Rp846.000, 1000VA/600W, baterai 12V/9Ah): 12 × 9 × 0,8 = 86,4 Wh, lalu 86,4 ÷ 40 ≈ 2,2 jam. Untuk beban 28 W tanpa router, hasilnya sekitar 3,1 jam.

Menghitung sendiri: 5 langkah singkat

  1. Daftar semua perangkat yang akan dicolokkan ke UPS: perekam, kamera atau power supply kamera, PoE switch, modem, dan router.
  2. Cari watt tiap perangkat di datasheet atau label adaptornya. Kalau yang tertulis hanya tegangan dan arus, kalikan keduanya. Contoh: 12V × 2A = 24 W maksimum.
  3. Jumlahkan, lalu tambahkan cadangan sekitar 20% untuk kerugian adaptor atau switch.
  4. Pastikan total beban jauh di bawah kapasitas watt UPS, bukan angka VA-nya.
  5. Hitung lama backup dengan rumus di atas, lalu bandingkan dengan durasi pemadaman yang biasa terjadi di lokasi Anda.

Bagaimana dengan sistem analog (DVR)?

Pada sistem analog, kamera biasanya mendapat daya dari adaptor 12V per kamera atau dari power supply terpusat. Cara menghitungnya sama: baca watt atau arus maksimum di label DVR dan power supply, lalu jumlahkan. Angka di label adaptor adalah kapasitas maksimum, sehingga hasil hitungan cenderung aman atau konservatif.

Kenapa hasil nyata bisa lebih pendek?

  • Umur baterai. Kapasitas baterai UPS menurun seiring waktu dan suhu ruangan yang panas.
  • Kapasitas Ah diukur pada arus kecil. Pada pemakaian nyata, energi yang benar-benar bisa diambil sering lebih kecil dari angka di label.
  • UPS juga butuh daya untuk dirinya sendiri, apalagi pada beban yang sangat kecil.
  • Malam hari bebannya naik, karena lampu IR atau warm light kamera menyala.

Karena itu, selalu lakukan uji nyata. Setelah UPS terisi penuh, cabut listriknya saat CCTV menyala, lalu catat berapa lama sampai UPS memberi peringatan baterai lemah. Ulangi pengujian ini secara berkala.

Tips memilih dan memasang UPS CCTV

  1. Hitung total watt dulu, lalu pilih UPS dengan kapasitas watt jauh di atasnya. Fokus pada Ah baterai untuk mendapatkan lama backup yang Anda butuhkan.
  2. Colokkan hanya perangkat CCTV dan jaringan, yaitu perekam, PoE switch atau power supply kamera, modem, dan router.
  3. Untuk sistem analog (DVR), colokkan power supply terpusat kamera ke UPS, bukan hanya DVR-nya. Kalau tidak, kamera tetap mati saat listrik padam.
  4. Letakkan UPS di tempat berventilasi dan tidak lembap.
  5. Butuh backup lebih lama? Pilih UPS dengan baterai lebih besar. Untuk lokasi tanpa listrik PLN sama sekali, pertimbangkan CCTV 4G dan tenaga surya.

Pilihan UPS lain ada di kategori UPS. Kalau Anda memakai sistem IP, pastikan juga anggaran daya PoE switch mencukupi. Penjelasannya ada di PoE switch untuk CCTV.

Merawat UPS agar tetap siap saat dibutuhkan

  • Uji backup secara berkala, misalnya beberapa bulan sekali, dengan mencabut listrik saat CCTV menyala. Kalau waktu backup turun drastis dibanding pengujian awal, baterai perlu dicek atau diganti.
  • Perhatikan alarm UPS. Bunyi peringatan terus-menerus saat listrik normal bisa menandakan baterai lemah atau UPS kelebihan beban.
  • Jangan menumpuk barang di atas UPS dan jauhkan dari sumber panas. Suhu tinggi memperpendek umur baterai.
  • Ikuti rekomendasi produsen untuk penggantian baterai. Gunakan baterai dengan tegangan dan kapasitas yang sesuai spesifikasi UPS.

Butuh hitungan UPS untuk lokasi Anda?

Kirimkan daftar perangkat CCTV Anda (merek dan jumlah kamera, jenis perekam, serta router) dan berapa jam backup yang diinginkan. Tim JakartaCCTV akan membantu menghitung dan merekomendasikan UPS yang pas, sekaligus memasangnya untuk area Jakarta dan Tangerang. Hubungi 021-40001929 atau WhatsApp 0812-9797-3799, atau datang ke showroom kami di Ruko Mendrisio Blok C3 No. 17, Gading Serpong.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

UPS CCTV bertahan berapa jam?
Tergantung kapasitas baterai dan total beban. Rumus kasarnya: tegangan baterai × Ah × efisiensi ÷ beban watt. Contoh, UPS dengan baterai 12V 7Ah untuk beban sekitar 28 W bertahan sekitar 2,4 jam di atas kertas. Angka nyata biasanya lebih pendek, jadi selalu uji langsung.
Apa fungsi UPS untuk CCTV?
UPS menjaga perekam, kamera, dan router tetap menyala saat listrik padam, sehingga rekaman tidak terputus. UPS juga mencegah perekam mati mendadak yang bisa merusak hard disk, dan membantu kamera tetap online di aplikasi.
Apakah CCTV bisa merekam tanpa listrik?
Tanpa UPS atau sumber daya cadangan lain, tidak. Kamera dan perekam butuh listrik terus-menerus. Untuk lokasi tanpa listrik PLN, ada opsi kamera 4G dengan panel surya.
UPS 600VA cukup untuk berapa kamera?
Dari sisi daya, UPS 600VA/360W jauh lebih dari cukup untuk sistem 4–8 kamera rumahan yang bebannya puluhan watt. Yang membatasi adalah lama backup, karena ditentukan oleh baterai (misalnya 12V 7Ah), bukan angka VA-nya.
Perangkat apa saja yang perlu dicolok ke UPS?
Perekam DVR/NVR, PoE switch atau power supply kamera, serta modem dan router kalau ingin tetap bisa memantau dari HP. Jangan colokkan perangkat berdaya besar seperti pompa air, AC, atau printer laser ke UPS CCTV.

Bingung pilih yang mana?

Ceritakan lokasi dan jumlah titik kamera yang Anda butuhkan. Tim JakartaCCTV bantu rekomendasi paket, estimasi biaya, dan jadwal pemasangan di Jakarta-Tangerang.

Konsultasi via WhatsApp

Produk terkait

Lihat kategori