Jenis-Jenis Kamera CCTV dan Fungsinya: Bullet, Dome, Turret, PTZ, Fisheye, WiFi

Oleh Tim JakartaCCTV · Diperbarui 14 Oktober 2026

Bentuk kamera CCTV bukan sekadar soal tampilan. Setiap jenis punya kelebihan untuk lokasi tertentu. Memilih jenis yang tepat membuat sistem lebih efektif dan sering juga lebih hemat. Berikut jenis-jenis kamera yang paling umum.

1. Kamera bullet

Berbentuk tabung memanjang, dipasang di dinding dengan bracket. Kelebihannya: jangkauan IR umumnya jauh, mudah diarahkan, dan terlihat jelas sehingga memberi efek pencegahan. Cocok untuk pagar, halaman, parkir, dan sisi luar bangunan. Contoh: Uniarch IPC-B222-APF28/40 (Rp491.000). Lihat kategori bullet IP dan bullet analog.

2. Kamera dome

Berbentuk setengah bola dengan kubah pelindung, dipasang di plafon. Arah kamera tidak mudah ditebak dan bodinya lebih tahan sentuhan. Cocok untuk dalam ruangan, kasir, lorong toko, dan lobi kantor. Contoh: Uniarch IPC-D122-PF28/40 (Rp584.000). Lihat dome IP.

3. Kamera turret (eyeball)

Mirip dome tetapi tanpa kubah plastik di depan lensa, sehingga tidak ada pantulan IR dari kubah dan gambar malam lebih bersih. Cocok untuk teras, carport, dan dalam ruangan. Contoh: Dahua IPC-T1E20-A (Rp596.000).

4. Kamera PTZ (Pan-Tilt-Zoom)

Bisa berputar horizontal, menunduk/mendongak, dan zoom optik. Satu kamera PTZ bisa memantau area sangat luas dan mengikuti objek. Cocok untuk lapangan, parkir besar, gudang, dan pabrik. Contoh: Uniarch IPC-P213-AF40KC (Rp1.065.000). Penjelasan lengkap ada di apa itu kamera PTZ.

5. Kamera fisheye (360°)

Memakai lensa sangat lebar yang dipasang di plafon dan melihat seluruh ruangan sekaligus. Gambar bisa di-dewarp menjadi beberapa tampilan. Cocok untuk ruang terbuka seperti minimarket, ruang kantor terbuka, dan aula. Lihat fisheye.

6. Kamera WiFi (smart camera)

Kamera mandiri dengan rekaman ke microSD atau cloud, disetting lewat aplikasi. Banyak model bisa berputar, dilengkapi audio dua arah, dan deteksi manusia. Cocok untuk 1–3 kamera di dalam rumah, kamar bayi, atau toko kecil. Contoh: Imou Cue 2 3MP (Rp344.000). Lihat Smart WiFi IP Camera.

7. Kamera bohlam (bulb camera)

Berbentuk seperti lampu dan dipasang di fitting lampu E27, sehingga tidak perlu kabel listrik baru. Praktis untuk rumah kontrakan atau area yang sulit ditarik kabel. Pilihan ada di Imou bulb cam.

Berdasarkan teknologi

  • Analog HD (terhubung ke DVR lewat coaxial) dan IP (terhubung ke NVR lewat LAN). Lihat perbedaan DVR dan NVR.
  • Full color / dual light untuk rekaman malam berwarna.
  • Thermal untuk deteksi panas di area industri. Lihat CCTV thermal.

Rekomendasi penempatan

LokasiJenis yang cocok
Pagar dan halaman rumahBullet atau turret full color
Ruang keluarga, kamar bayiKamera WiFi indoor
Kasir dan lorong tokoDome dengan audio
Kantor terbuka, minimarketFisheye atau dome sudut lebar
Ruang meeting dan lobiDome/turret dengan WDR
Parkir luas, gudang, pabrikPTZ + bullet lensa panjang

Untuk kantor, padukan CCTV dengan absensi dan akses kontrol. Ingat juga privasi karyawan: hindari kamera di toilet, ruang ganti, atau ruang laktasi. Masih bingung memilih? Baca tips memilih CCTV.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda kamera bullet dan dome?
Bullet berbentuk tabung, mudah diarahkan, dan cocok untuk outdoor. Dome berbentuk kubah di plafon, arahnya tidak mudah ditebak, dan cocok untuk indoor.
Kamera CCTV apa yang cocok untuk kantor?
Dome atau turret untuk lobi dan lorong, fisheye untuk ruang terbuka, serta bullet untuk area luar dan parkir.
Apa itu kamera fisheye?
Kamera dengan lensa sangat lebar yang dipasang di plafon untuk melihat seluruh ruangan 360° dari satu titik.

Bingung pilih yang mana?

Ceritakan lokasi dan jumlah titik kamera yang Anda butuhkan. Tim JakartaCCTV bantu rekomendasi paket, estimasi biaya, dan jadwal pemasangan di Jakarta-Tangerang.

Konsultasi via WhatsApp

Produk terkait

Lihat kategori