Hikvision dan Dahua adalah dua nama yang hampir selalu muncul saat orang mencari CCTV. Keduanya berasal dari Hangzhou, Tiongkok, dan termasuk produsen perangkat video surveillance terbesar di dunia. Karena lini produknya mirip, banyak pembeli bingung harus pilih yang mana. Di artikel ini kami bandingkan keduanya dari sisi yang benar-benar terasa saat dipakai sehari-hari: kualitas gambar, fitur, aplikasi, harga, dan ketersediaan suku cadang.
Ringkasan perbandingan
| Aspek | Hikvision | Dahua |
|---|---|---|
| Teknologi analog HD | Turbo HD (HD-TVI) | HDCVI |
| Kamera berwarna malam | ColorVu | Full-color |
| Deteksi manusia/kendaraan | AcuSense | WizSense / SMD |
| Aplikasi HP | Hik-Connect | DMSS |
| Paket 4 channel di JakartaCCTV | Rp5.290.000 | Rp4.190.000 |
| Paket 8 channel di JakartaCCTV | Rp9.990.000 | Rp6.690.000 |
Kualitas gambar
Pada resolusi yang sama, misalnya 2MP (1080p), perbedaan kualitas gambar kedua merek di siang hari sangat tipis. Yang lebih menentukan justru seri kameranya, bukan mereknya. Seri entry-level dari kedua merek sama-sama memberi gambar yang jelas untuk pemantauan harian, sedangkan seri yang lebih tinggi punya sensor lebih besar dan pengolahan gambar yang lebih baik di kondisi cahaya sulit.
Di malam hari, kedua merek punya teknologi kamera berwarna: ColorVu di Hikvision dan Full-color di Dahua. Prinsipnya sama, yaitu lensa dengan bukaan besar ditambah lampu putih, sehingga rekaman malam tetap berwarna. Fitur ini membantu mengenali warna kendaraan atau pakaian. Bandingkan langsung Hikvision Full Colour 4 channel (Rp6.099.000) dengan Dahua Full Color 4 channel (Rp4.690.000).
Fitur pintar dan deteksi
Masalah klasik CCTV dengan deteksi gerak biasa adalah notifikasi palsu dari daun bergoyang, bayangan, atau kucing lewat. Hikvision menjawabnya dengan AcuSense, sedangkan Dahua dengan SMD (Smart Motion Detection) dan lini WizSense. Keduanya memakai pemrosesan berbasis AI untuk membedakan manusia dan kendaraan dari gerakan lain, sehingga notifikasi ke HP jauh lebih relevan.
Fitur ini umumnya membutuhkan perekam (DVR/NVR) dan kamera yang mendukung. Jadi saat membandingkan, cek seri perekamnya, bukan hanya mereknya.
Aplikasi dan akses dari HP
Hikvision memakai aplikasi Hik-Connect, Dahua memakai DMSS. Keduanya gratis, tersedia di Android dan iOS, dan mendukung live view, playback rekaman, serta notifikasi. Dari pengalaman pelanggan kami, keduanya sama-sama stabil. Pilihannya lebih ke selera tampilan. Jika Anda sudah punya perangkat salah satu merek di lokasi lain, memilih merek yang sama membuat semua kamera bisa dipantau dari satu aplikasi.
Harga
Di katalog kami, paket Dahua cenderung sedikit lebih terjangkau dibanding Hikvision pada jumlah channel yang sama. Contohnya paket 4 channel: Dahua Rp4.190.000, Hikvision Rp5.290.000. Untuk 16 channel: Dahua Rp11.090.000, Hikvision Rp18.190.000. Selisih ini dipengaruhi seri perangkat di dalam paket, jadi bandingkan juga isinya, jangan hanya total harganya.
Untuk sistem IP, selisihnya juga tetap ada: Dahua IP 4 channel Rp7.790.000 dan Hikvision IP 4 channel Rp8.490.000.
Ketersediaan barang dan garansi
Kedua merek punya distributor resmi di Indonesia, sehingga stok, suku cadang, dan klaim garansi relatif mudah. Ini poin penting: perangkat CCTV dipakai bertahun-tahun, dan saat satu kamera rusak, Anda tentu ingin penggantinya cepat tersedia. Pastikan membeli dari toko yang menyediakan garansi resmi. Ketentuan garansi di toko kami bisa dibaca di halaman Garansi & Retur.
Sub-merek: HiLook, Ezviz, dan Imou
Banyak pembeli belum tahu bahwa beberapa merek yang populer di marketplace sebenarnya masih satu keluarga dengan Hikvision atau Dahua:
- HiLook adalah lini ekonomis dari Hikvision, cocok untuk sistem DVR/NVR sederhana dengan harga lebih ramah.
- Ezviz adalah merek smart home dari grup Hikvision. Kameranya kebanyakan model WiFi yang bisa langsung dipakai dengan aplikasi Ezviz. Lihat paket CCTV Ezviz, misalnya Ezviz H1c 2MP (Rp1.090.000).
- Imou adalah merek konsumen dari Dahua untuk kamera WiFi rumahan. Contohnya Imou A1 3MP (Rp1.090.000). Pilihan lain ada di paket CCTV Imou.
Jadi kalau Anda hanya butuh satu atau dua kamera WiFi untuk dalam rumah, Ezviz dan Imou sering kali lebih praktis daripada sistem DVR lengkap.
Daya tahan untuk outdoor
Untuk kamera luar ruangan, perhatikan rating perlindungan seperti IP66/IP67 terhadap debu dan air. Kedua merek menyediakan kamera outdoor dengan rating ini. Di iklim tropis dengan hujan deras dan panas terik, posisi pemasangan (di bawah kanopi, tidak menghadap matahari langsung) dan kualitas sambungan kabel sama pentingnya dengan merek kamera. Banyak kerusakan kamera outdoor justru berasal dari konektor yang kemasukan air, bukan dari kameranya.
Contoh pilihan untuk beberapa kebutuhan
- Rumah dengan anggaran hemat: paket Dahua 4 channel standar, lalu tambah kamera bila perlu.
- Rumah yang butuh rekaman malam berwarna di carport: paket full color dari salah satu merek.
- Toko yang butuh suara di area kasir: Hikvision Audio 4 channel (Rp5.690.000) atau Dahua Audio 4 channel (Rp4.590.000).
- Kantor atau gudang yang akan berkembang: sistem IP dengan NVR. Bedanya dengan sistem analog dijelaskan di artikel perbedaan DVR dan NVR.
Jadi, pilih Hikvision atau Dahua?
- Pilih Hikvision jika Anda mengutamakan ekosistem yang sangat luas, ingin fitur AcuSense/ColorVu, atau sudah memakai perangkat Hikvision di lokasi lain. Lihat semua produk di Hikvision dan paket CCTV Hikvision.
- Pilih Dahua jika ingin fitur yang sebanding dengan harga sedikit lebih hemat, atau tertarik dengan lini WizSense dan Full-color. Lihat Dahua dan paket CCTV Dahua.
Untuk rumah dan ruko pada umumnya, keduanya sama-sama pilihan aman. Hal yang sering lebih menentukan hasil akhir adalah penempatan kamera dan kualitas instalasi: sudut pandang yang tepat, kabel yang rapi, dan pengaturan perekaman yang benar.
Kalau anggaran lebih terbatas, ada juga alternatif seperti HiView dan Uniarch. Perkiraan total biaya untuk tiap jumlah kamera bisa Anda lihat di artikel harga paket CCTV.








