Jenis Kabel CCTV: Coaxial RG59, RG6, UTP Cat5e/Cat6, dan Fiber Optik

Oleh Tim JakartaCCTV · Diperbarui 14 Oktober 2026

Kabel sering dianggap remeh, padahal banyak masalah CCTV seperti gambar bergaris, berbintik, atau video loss berasal dari kabel yang salah pilih atau dipasang asal. Jenis kabel yang tepat tergantung teknologi kamera (analog atau IP) dan jarak antara kamera dan perekam.

Kabel coaxial untuk kamera analog

Kamera analog HD (TVI, CVI, AHD) mengirim video lewat kabel coaxial dengan konektor BNC.

JenisCiriPenggunaan
RG59Paling umum, fleksibel, mudah ditarikRumah, ruko, kantor dengan jarak menengah
RG6Inti lebih tebal, redaman lebih rendahJarak lebih jauh
RG11Paling tebal dan kakuJarak sangat jauh, jarang dipakai di rumah

Untuk instalasi rumah, yang paling praktis adalah kabel combo RG59 + power, yaitu coaxial yang sudah digabung dengan kabel listrik untuk adaptor kamera, sehingga cukup satu tarikan. Contoh: HiView RG59 + power 50 meter (Rp183.000).

Tembaga murni vs CCA

Perhatikan bahan inti kabel. Kabel dengan inti tembaga murni menghantarkan sinyal dan listrik lebih baik. Kabel CCA (aluminium berlapis tembaga) lebih murah tetapi redamannya lebih besar, sehingga gambar mudah turun kualitasnya pada jarak jauh.

Kabel UTP untuk kamera IP

Kamera IP memakai kabel jaringan (UTP) dengan konektor RJ45. Dengan PoE, satu kabel ini sekaligus membawa daya ke kamera.

  • Cat5e: cukup untuk sebagian besar kamera IP hingga 4K.
  • Cat6: lebih tahan interferensi dan lebih siap untuk kebutuhan masa depan.
  • Outdoor UTP: memiliki jaket tahan UV dan air untuk tarikan di luar ruangan.

Batas panjang kabel UTP adalah sekitar 100 meter per segmen. Untuk jarak lebih jauh, gunakan switch perantara, PoE extender, atau fiber optik. Konektor dan patch cord tersedia di konektor dan kabel, misalnya HiView RJ45 (Rp94.000).

Fiber optik untuk jarak jauh dan antar gedung

Untuk menghubungkan gedung yang berjauhan, pos satpam di gerbang pabrik, atau area dengan jarak ratusan meter sampai kilometer, gunakan fiber optik dengan media converter atau switch SFP. Fiber kebal terhadap interferensi listrik dan petir. Pilihan perangkat ada di kategori fiber.

Kabel power

Untuk kamera analog dengan adaptor terpisah, gunakan kabel listrik dengan ukuran yang cukup, terutama untuk jarak jauh, agar tegangan tidak turun. Tegangan yang turun membuat kamera mati saat IR menyala di malam hari. Pertimbangkan power supply terpusat dekat perekam.

Tips instalasi kabel CCTV

  1. Pisahkan dari kabel listrik PLN untuk menghindari interferensi. Lihat gambar CCTV bergelombang.
  2. Gunakan pipa/conduit di luar ruangan dan di area rawan tikus.
  3. Hindari tekukan tajam, terutama pada coaxial dan fiber.
  4. Pasang konektor dengan alat crimping yang benar. Konektor BNC (Rp5.000) dan jack DC (Rp2.000) harus terpasang rapat.
  5. Lindungi sambungan outdoor dengan junction box atau isolasi kedap air.
  6. Beri label di kedua ujung kabel untuk memudahkan perawatan.
  7. Tambahkan cadangan panjang 10–20% dari hasil pengukuran.

Ringkasan pilihan

  • Rumah/ruko, kamera analog: RG59 + power tembaga.
  • Kamera IP: UTP Cat5e/Cat6, outdoor untuk luar ruangan.
  • Antar gedung atau lebih dari 100 m: fiber optik.

Masih menimbang analog atau IP? Baca perbedaan DVR dan NVR dan cara memasang CCTV sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kabel apa yang bagus untuk CCTV analog?
Kabel coaxial RG59 dengan inti tembaga, idealnya versi combo yang sudah dilengkapi kabel power.
Berapa panjang maksimal kabel LAN untuk CCTV IP?
Sekitar 100 meter per segmen. Lebih dari itu gunakan switch perantara, extender, atau fiber optik.
Apa beda RG59 dan RG6?
RG6 memiliki inti lebih tebal dan redaman lebih rendah sehingga cocok untuk jarak lebih jauh, sedangkan RG59 lebih fleksibel dan umum untuk rumah.

Bingung pilih yang mana?

Ceritakan lokasi dan jumlah titik kamera yang Anda butuhkan. Tim JakartaCCTV bantu rekomendasi paket, estimasi biaya, dan jadwal pemasangan di Jakarta-Tangerang.

Konsultasi via WhatsApp

Produk terkait

Lihat kategori