Kabel sering dianggap remeh, padahal banyak masalah CCTV seperti gambar bergaris, berbintik, atau video loss berasal dari kabel yang salah pilih atau dipasang asal. Jenis kabel yang tepat tergantung teknologi kamera (analog atau IP) dan jarak antara kamera dan perekam.
Kabel coaxial untuk kamera analog
Kamera analog HD (TVI, CVI, AHD) mengirim video lewat kabel coaxial dengan konektor BNC.
| Jenis | Ciri | Penggunaan |
|---|---|---|
| RG59 | Paling umum, fleksibel, mudah ditarik | Rumah, ruko, kantor dengan jarak menengah |
| RG6 | Inti lebih tebal, redaman lebih rendah | Jarak lebih jauh |
| RG11 | Paling tebal dan kaku | Jarak sangat jauh, jarang dipakai di rumah |
Untuk instalasi rumah, yang paling praktis adalah kabel combo RG59 + power, yaitu coaxial yang sudah digabung dengan kabel listrik untuk adaptor kamera, sehingga cukup satu tarikan. Contoh: HiView RG59 + power 50 meter (Rp183.000).
Tembaga murni vs CCA
Perhatikan bahan inti kabel. Kabel dengan inti tembaga murni menghantarkan sinyal dan listrik lebih baik. Kabel CCA (aluminium berlapis tembaga) lebih murah tetapi redamannya lebih besar, sehingga gambar mudah turun kualitasnya pada jarak jauh.
Kabel UTP untuk kamera IP
Kamera IP memakai kabel jaringan (UTP) dengan konektor RJ45. Dengan PoE, satu kabel ini sekaligus membawa daya ke kamera.
- Cat5e: cukup untuk sebagian besar kamera IP hingga 4K.
- Cat6: lebih tahan interferensi dan lebih siap untuk kebutuhan masa depan.
- Outdoor UTP: memiliki jaket tahan UV dan air untuk tarikan di luar ruangan.
Batas panjang kabel UTP adalah sekitar 100 meter per segmen. Untuk jarak lebih jauh, gunakan switch perantara, PoE extender, atau fiber optik. Konektor dan patch cord tersedia di konektor dan kabel, misalnya HiView RJ45 (Rp94.000).
Fiber optik untuk jarak jauh dan antar gedung
Untuk menghubungkan gedung yang berjauhan, pos satpam di gerbang pabrik, atau area dengan jarak ratusan meter sampai kilometer, gunakan fiber optik dengan media converter atau switch SFP. Fiber kebal terhadap interferensi listrik dan petir. Pilihan perangkat ada di kategori fiber.
Kabel power
Untuk kamera analog dengan adaptor terpisah, gunakan kabel listrik dengan ukuran yang cukup, terutama untuk jarak jauh, agar tegangan tidak turun. Tegangan yang turun membuat kamera mati saat IR menyala di malam hari. Pertimbangkan power supply terpusat dekat perekam.
Tips instalasi kabel CCTV
- Pisahkan dari kabel listrik PLN untuk menghindari interferensi. Lihat gambar CCTV bergelombang.
- Gunakan pipa/conduit di luar ruangan dan di area rawan tikus.
- Hindari tekukan tajam, terutama pada coaxial dan fiber.
- Pasang konektor dengan alat crimping yang benar. Konektor BNC (Rp5.000) dan jack DC (Rp2.000) harus terpasang rapat.
- Lindungi sambungan outdoor dengan junction box atau isolasi kedap air.
- Beri label di kedua ujung kabel untuk memudahkan perawatan.
- Tambahkan cadangan panjang 10–20% dari hasil pengukuran.
Ringkasan pilihan
- Rumah/ruko, kamera analog: RG59 + power tembaga.
- Kamera IP: UTP Cat5e/Cat6, outdoor untuk luar ruangan.
- Antar gedung atau lebih dari 100 m: fiber optik.
Masih menimbang analog atau IP? Baca perbedaan DVR dan NVR dan cara memasang CCTV sendiri.






